Ragam Penulisan Hamzah dan Alif Dalam Al-Qur'an


RAGAM PENULISAN HAMZAH DAN ALIF DALAM AL-QUR’AN
(ANALISIS SURAH ALI-IMRA>N)
Fika Magfira Tungkagi1, Moh. Rivaldi Abasi2

Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan\
IAIN Sultan Amai Gorontalo

ABSTRAK
Artikel ini membahas tentang ragam penulisan Hamzah dan Alif dalam al-Qur’an, yakni dalam surah Ali-Imra>n. Huruf hijaiyah terdiri dari beberapa huruf diantaranya adalah Hamzah dan Alif, dan masing-masing huruf tersebut memiliki ragam penulisannya. Maka dari itu, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan beberapa bentuk penulisan Hamzah dan Alif tersebut khususnya dalam surah Ali-Imra>n. Ragam penulisan Hamzah dan Alif menjadi salah satu tema yang unik untuk dikaji, karena setelah dijelaskan dalam artikel ini ternyata terdapat beberapa macam bentuk penulisan kedua huruf tersebut, sehingga bermanfaat untuk dapat menambah wawasan kita semua terhadap macam-macam bentuk penulisan huruf hijaiyah dan juga dapat membedakannya antara keduanya, khususnya huruf Hamzah dan Alif yang dianalisis dalam surah Ali-Imra>n. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah kajian pustaka, dimana penulis mengumpulkan materi atau bahan yang akan dikaji dengan cara mengumpulkan beberapa referensi. Hasil dari penelitian ini adalah dalam surah Ali-Imra>n terdapat ragam penulisan Hamzah dan juga Alif.
Kata Kunci: Penulisan, Hamzah, Alif, Ali-Imra>n.
A.    PENDAHULUAN
Menurut Mahmud Syalthout bahwa Islam adalah agama Allah yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad Saw. untuk mengajarkan pokok-pokok serta peraturan-peraturanNya[1]. Aturan-aturan tersebut termuat dalam al-Qur’an.
Berbicara definisi al-Qur’an secara lebih rinci lagi baik dari segi bahasa maupun istilah, banyak para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikannya. Secara bahasa, kata Qara’a mempunyai arti mengumpulkan dan menghimpun, dan Qira’ah berarti menghimpun antar huruf dan kata dalam sauatu ucapan. Adapun secara istilah yang telah disepakati para ulama, yaitu al-Qur’an adalah kalam Allah yang bernilai mukjizat yang diturunkan kepada para Nabi Muhammad Saw. dengan perantara malaikat Jibril as, yang tertulis pada mashahif, yang  membacanya bernila ibadah yang diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Na>s.(muhammad Roihan Daulay)
Secara umum, al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang Allah Swt turunkan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai mukjizat yang terbesar diantara mukjizat-mukjizat yang lainnya(muhammad Roihan Daulay). Selain sebagai kitab suci, al-Qur’an juga sebagai sumber utama ajaran Islam dan pedoman hidup bagi umat muslim. Bukan sekedar sebagai petunjuk tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi Al-Qur’an juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya, begitupun dengan alam sekitar.[2]
Al-Qur’an diturunkan oleh Allah Swt bukan hanya diperuntukkan bagi anggota masyarakat Arab akan tetapi diperuntukkan bagi seluruh umat manusia, karena di dalamnya terkandung banyak nilai yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, Al-Qur’an senantiasa harus dipelajari, dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Kiranya dengan tanpa mempelajari dan memahami isi dan kandungan ayat al-Qur’an, seseorang tidak akan dapat mengamalkan dalam kehidupan nyata.(muhammad Roihan Daulay)
Dalam al-Qur’an, Allah menganjurkan kepada semua umat muslim agar mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yaitu dengan cara membaca dan menulisnya. Bercermin pada wahyu pertama yang diturunkan kepada rasulullah Saw dalam Qs. Al-Alaq ayat pertama, Allah mendorong manusia agar mencari dan menggali ilmu pengetahuan yaitu dengan kata Iqra‘.[3]
Al-Qur’an diturunkan dengan berbahasa Arab, yakni dengan huruf hijaiyah. Pengenalan huruf hijaiyah merupakan kunci dasar seseorang untuk mampu mempelajari al-Qur’an dan juga hadis. Bagi seorang muslim, huruf menjadi kebutuhan dasar dalam belajar dan memahami kedua pedoman pokok kehidupan tersebut. hijaiyah atau sering juga dikenal sebagai huruf Arab yang kemudian menjadi bahasa pokok dalam al-Qur’an dan Hadis.(Imroatun)
Huruf hijaiyah atau huruf Arab merupakan rangkaian huruf yang sudah ada sejak dahulu yang digunakan oleh orang-orang muslim diseluruh dunia gunak untuk membaca al-Qur’an.(Efendi et al.) Dalam referensi lain dijelaskan bahwa huruf hijaiyah merupakan kelompok yang terdiri dari huruf-huruf ejaan dalam bahasa Arab.(Studi et al.)
Dalam huruf hijaiyah ada beberapa huruf yang memiliki perbedaan bentuk maupun sifatnya, misalnya huruf Hamzah dan Alif. Pada dasarnya, huruf Alif dan Hamzah tidak jauh berbeda hanya saja kedua huruf tersebut memiliki ragam ataupun jenis penulisan masing-masing. Oleh sebab itu, objek kajian dalam penlitian ini membahas tentang ragam penulisan Hamzah dan Alif  dalam al-Qur’an, dan penelitian ini juga lebih difokuskan pada surah Al-Imran, dengan tujuan agar dapat menambah wawasan mengenai ragam penulisan Hamzah dan Alif  serta dapat membedakan antara keduanya.

B.     PEMBAHASAN
1.      Pengertian dan Ragam Penulisan Hamzah
a)      Pengertian Hamzah
Hamzah adalah huruf hijaiyah yang tidak mempunyai bentuk sendiri dalam  tulisan Arab seperti halnya huruf hijaiyah yan lainnya: (ب), sin (س), lam (, dan yang lainnya. Oleh karena itu, huruf hijaiyah berjumlah 28 sebab tidak memasukkan Hamzah di dalamnya. Ra’sul ain atau kepala ‘ain yang biasanya dilambangkan dengan bentuk (ء) bukan bentuk asli dari Hamzah. Tanda tersebut hanya dipergunakan untuk menandai Hamzah Qat‘i dan membedakannya dengan Hamzah Washl.
Hamzah adalah huruf hijaiyah yang menerima harakat. Berbeda dengan Alif. Hamzah terletak di awal, di tengah atau di akhir kalimat. Sedangkan Alif  hanya berada di tengah kata dan akhir kalimat. Hamzah adalah huruf yang tidak memiliki bentuk tetapi memiliki tempat seperti ditulis di atas Alif, waw, ya’, dan adapula yang ditulis berdiri sendiri.(Putri)
b)     Ragam Penulisan Hamzah
Dahulu, penulisan huruf Hamzah menjadi salah satu masalah yang sulit, karena pada waktu itu bunyinya diajarkan oleh Rasulullah Saw. tetapi tidak memiliki lambang bunyi tersendiri. Oleh karena itu, Khalil bin Ahmad al-Farahidi memberikan tanda bunyi Hamzah dengan tanda(ء) .(Al-Hamidy)
1)      Penulisan Hamzah di Awal Kata
Istilah Hamzah mempunyai banyak ragam, diantaranya:
Ø  Hamzah Ashal (asli), adalah Hamzah yag merupakan organ asli dari sebuah kata, seperti (أبٍ).
Ø  Hamzah Istifham yaitu Hamzah yang terletak di depan yang digunakan untuk menanyakan sesuatu, seperti: ( أتكون من الفائزين )
Ø  Hamzah Bukhbir ‘an nafsihi, adalah Hamzah yang bermakna memberitahukan dirinya sendiri, terletak di awal fi’il mudhari’ yang menunjukkan orang pertama (mutakllimin),contohnya: (أكتب).
Ø  Hamzah Nida>’ adalah Hamzah yang terletak di depan yang digunakan untuk memanggil, contohnya: (اعبد)
Huruf Hamzah di awal kata, ditulis di atas Alif jika berkarakat fathah atau dhummah contohnya (أحد – أكتب ) dan ditulis di bawah Alif jika berharakat kasrah, contohnya: (إسماعيل – إجلس ). Hamzah di awal kata terbagi menjadi dua jenis, yaitu Hamzah Washal dan Hamzah Qath’i.
a.       Kaidah Hamzah Washal ( همزة الوصل )
Hamzah Washal adalah Hamzah yang terletak di awal kalimat yang dimulai dengan Harf Sa>kin (huruf yang tidak berharakat/mati) dengan tujuan agar Harf Sa>kin tersebut dapat terbaca, dan sifat Hamzah washal itu adalah sebagai harf ziya>dah (huruf tambahan). Contohnya: اِسْتَغْفَرَ – أِسْتَغْفِرْ – اِسْتِغْفَارٌ
Penulisan Hamzah Washal ditulis dalam bentuk huruf Alif ( ا) dan tidak boleh meletakkan tanda Qatha’ (ء) baik di atas maupun di bawah huruf Alif tersebut.
Terdapat dua macam cara pelafalan Hamzah Washal dari sisi pembunyiannya:
Ø  Tertulis (dalam bentuk huruf Alif) dan berbunyi “a” jika Hamzah Washal tidak didahului oleh kalimat lain, contohnya: اِسْتَغْفَرَ – أِسْتَغْفِرْ – اِسْتِغْفَارٌ kata tersebut dibaca: istaghfara – istagfir – istighfa>run.
Ø  Tertulis (dalam bentuk huruf Alif) tapi tidak berbunyi “a” jika Hamzah Washal didahului oleh kalimat lain, seperti pada contoh: وَ اسْتَغْفَرَ – وَ اسْتَغْفِرْ – وَ اسْتِغْفَارٌ .
Jadi yang berbunyi adalah harakat sebelum hamazah, yaitu waw (وَ).
b.      Kaidah Hamzah Qatha’ ( همزة القطع )
Hamzah Qatha’ adalah Hamzah yang terletak di awal kata, tertulis dan selalu berbunyi baik didahului oleh kalimah lain maupun tidak. Contohnya: أَخْرَجَ – أَخْرِجْ – إِخْرَاجٌ
Hamzah Qatha’ ini merupakan huruf ziyadah/ \huruf tambahan jika ia berada pada beberapa ketentuan berikut:
Ø  Fi’il Madhi Ruba’iy Mazid, contoh: أَخْرَجَ
Ø  Fi’il Amr Ruba’iy Mazid, contoh: أَخْرِجْ
Ø  Mashdar yang berasal daro Fi’il Madhi Ruba’iy Mazid,contoh: إِخْرَاجٌ
Penulisan Hamzah Qatha’ ditulis dengan meletakkan tanda Qatha’ (ء). Adapun cara melafalkannya jika ditinjau dari sisi pembunyiannya yaitu dibunyikan sesuai dengan harakatnya, baik jika Hamzah Qatha’ tidak didahului dengan kalimah lain, contoh: إِخْرَاجُ الزَّكَاةِ وَاجِبٌ . Adapun cara kedua Hamzah Qatha’ didahului oleh kalimah lain, contoh: وَ إِخْرَاجُ الزَّكَاةِ وَاجِبٌ.
2)      Penulisan Hamzah di Tengah Kata
Penulisan Hamzah di tengah kata terbagi menjadi tiga bagian yaitu Hamzah di atas Nabroh Ya (ئ), Hamzah di atas Waw (ؤ), dan Hamzah Mufaridah (sendirian).
a.       Hamzah di atas Nabroh Ya (
Hamzah di atas Nabroh Ya ( dapat dilihat dari beberapa contoh berikut:
1. يتّجه المسلمون أفئِدتهم إلى الكعبة المشرفة
2. هيئة الأمم المتحدة من أكبر الهيئات المتحدة
b.      Hamzah di atas Waw, contohnya:
1. يؤم الناس فى الصلاة أقرؤهم لكتاب
2. قل للمؤْمنين يغضوا من أبصارهم
3. إن السمع والبصر والفؤاد كل أولئك كان عنه مسؤوْلا
c.       Hamzah Munfaridah atau yang berdiri sendiri, contohnya:
1. عمّ يتساءلُون
2. أحسن الناس خلقا أكثرهم مُرُوْءةً
3. رحم امْرءاً عرف قدر نفسه
3)      Penulisan Hamzah di Akhir Kata
Penulisan Hamzah di akhir kata disebut juga dengan Hamzah Mutatharrifah. Maksud dari Hamzah di akhir kata biasanya tanpa tanwin mansub, yakni Hamzah yang terletak di akhir kalimat dan tidak berharakat fathatain (artinya bisa berharakat dhummah dan dhummatain atau kasrah dan kasratain ataupun fathah saja).
Hamzah yang terletak di akhir kalimat mempunyai dua keadaan, yaitu:
a.       Huruf sebelumnya disukunkan atau huruf sebelumnya berupa waw yang ditsaydidkan dengan harakat dhummah. Dalam keadaan seperti ini, Hamzah ditulis menyendiri atau terpisah : جُزْءٌ
b.      Apabila huruf sebelumnya menyandang harakat tetapi bukan waw yang ditasydid dhummahkan, maka huruf Alif penopang Hamzah ditulis dalam bentuk huruf yang sesuai bunyinya dengan harakat yang sebelumnya : إِمْرُؤٌ .
2.      Pengertian dan Ragam Penulisan Alif
a)      Pengertian Alif
Istilah Alif ( الألف ) terangkai dari huruf Hamzah, la>m, dan fa> yang memiliki beberapa makna antara lain: jinak, rangkaian, dan susunan. Menurut Ibnu Faris dan beberapa ulama lainnya, huruf tersebut disebut dengan Alif dengan alasan berikut[4]
Ø  Dari segi bentuknya, Alif merupakan pola dasar penulisan semua huruf dalam aksara Arab.
Ø  Alif merupakan aksara paling banyak digunakan dalam menyusun kalimat.
b)     Ragam Penulisan Alif
Dalam bahasa Arab, Alif  memiliki beberapa karakter baik ketika ditulis maupun bentuknya. Yaitu diantaranya: Alif  Yabisah, Layyinah, Mamduddah, dan Maqshurah.
1)      Alif  Yabisah
Alif yabisah adalah Alif yang dapat menerima harakat baik fathah, kasrah, atupun dhummah. Alif pada kondisi ini merupakan Alif asli yang merupakan komponen huruf yang tidak bisa dipisahkan dengan huruf lain.
2)      Alif  Layyinah
Alif Layiinah biasa disebut dengan Alif saja. Ia selalu sukun dan tidak menerima harakat. Alif layyinah ini mempunyai dua tempat yaitu di tengah kata dan di akhir kata. Contoh: كِتَابٌ عَالِمٌ
3)      Alif  Mamdudah
Alif Mamdudah biasa disebut dengan Alif Ta’nits Mamdudah adalah isim mu’rab yang huruf terakhirnya berupa Hamzah dan sebelum Hamzah itu terdapat Alif zaidah, seperti سماء dan صحراء . Alif Mamdudah seperti bentuk Alif pada umumnya ( ا ) . Alif mamdudah juga adalah Alif tambahan pada isim.
4)      Alif  Maqshurah
Alif Maqshurah adalah Alif yang ditulis dalam bentuk ya’ tanpa titik ( ى ) . Alif maqshurah adalah salah satu huruf Arab yang merupakan varian ataupun jenis dari huruf Alif, Alif maqshurah juga bikanlah salah satu dari 28 huruf hijaiyah. Alif maqshurah dibaca panjang dan selalu terletak di akhir kata dalam keadaan mad dan tidak pernah menerima syakal seperti fathah, kasrah ataupun dhummah.
Alif maqshurah menurut aturan baku bahasa Arab standar, huruf ini berbeda dengan huruf ya sehingga sering menimbulkan kesalahan dalam penulisan, seperti lafadz فى yang seharusya ditulis في . Contoh lain penggunaan Alif maqshurah pada lafaz يحيى  yang serupa dengan يحيا .

3.      Analisis Ragam Penulisan Hamzah dan Alif  dalam Al-Qur’an (Analisis Surah Ali-Imra>n)
Surah Ali-Imra>n adalah surah ke- 3 dalam al-Qur’an yang berjumlah 200 ayat di dalamnya. Surah Ali-Imra>n juga menjadi objek dalam penelitian ini. Di mana akan di analisis dan dijelaskan mengenai ragam penulisan Hamzah dan juga Alif, sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Analisis ragam penulisan Hamzah dan Alif dalam surah Ali-Imra>n, dijelaskan dan diklasifikasikan dalam tabel berikut.
Penulisan Hamzah
Penulisan Alif
، ﱇ ﱈ ﱉ ، ،ﱔ ﱕﱖ ، ، ﱫ ﱬ ، ﱲ ﱳ، ﱷ ﱸ ﱹ،ﱻ ﱼ ، ﱿ، ، ﲃ ﲄﲅﲆ ،   ، ، ، ، ،ﲪ ﲫ، ، ﲿ، ﳉﳊ ﳌﳘ   ، ،   ، ، ﱢﱣ ، ، ﱴﱵ، ،،ﲀﲁ،،،،ﲍﲎ ﲏﲒﲓ،ﲔ ﲕ،ﲖ ﲗ ﲘ
  ﲜ ﲝ ﲞ ﲟ، ﲢﲣ، ، ،     ﱅﱌ ، ، ،ﱛﱜ ﱝﱞ  ،  ،، ، ،  ، ، ،  ، ﲞﲣ   ،، ، ،      ، ﱄﱅ    ،     ،      ، ،      ،   ، ، ،   ،    ، ، ، ، ، ، ، ،  
ﱯ ﱰ ﱱ ، ﱵ ﱶ ﱼ ﱽ، ﱿ، ﲁ ﲂ  ﲃﲇ ، ، ، ﲠ ﲡ ، ﲫ ﲬ ﲭ، ﲱ ﲲ، ﲷ ﲸ، ، ، ، ﳞ ﳟ، ، ﱑ ﱒ ، ، ﱚ ﱛ،  ، ، ، ، ﱿ، ﲂ ﲃ، ، ﲇ ﲈ، ، ، ﲖ ﲗ، ، ، ، ﲳ ﲴ، ، ﲿ، ﳁ ﳂ، ﳍ ﳎ ، ، ، ، ﱜ ﱝ ﱦ ﱧ ، ﱬ ﱭ، ﱯ ﱰ،   ، ﱷ ﱸ ﱹ ﱺ، ﱾ ﱿ، ﲁ ﲂ ﲃ ﲄ، ﲆ ﲇ، ، ، ، ، ، ﲟ ﲠ، ، ﲧ ﲨ، ﲬ ﲭ ﲯ ﲰ ﲸ ﲻ،  ، ﳁ ﳂ ﳃ، ،    ، ، ،   ﱊﱑ    ، ،          ، ،  ، ﲅ ﲍ  ﲑ ﲒ، ﲔ ﲕ   ، ﲦﲧ ، ﲭ ﲮ ﲵ ، ، ، ، ﲿ ، ﳆ ﳇﳈ ، ﱄ ﱅ، ﱉ ﱊ ﱋ ، ﱐ ﱑ ﱒ   ، ،، ، ، ﱯ ﱺ ﲀ، ، ،     ،     ، ، ،           ،       ، ، ،        ،   ، ، ، ، ﲉ ﲊ ،ﲐ ﲑ ، ،، ﲩ ﲱ ﲵ ، ،ﲻ ﲼ ، ، ، ، ﳗ ﳘ ، ، ﱞ ﱢ ﱣ ﱤ، ﱻ ﱾ،، ،ﲇ ﲈ ﲊ ﲌ ﲍ،، ،،، ﲯ ﲴ،ﲶ ﲷﲸ،، ﳄ ﳆ ، ،ﱊﱋ ﱌ،، ،ﱙﱞ ﱢ،ﱫ ﱬﱳ ،ﱵ ﱶ ، ﲁﲂ،ﲇ ﲊ ﲐ ﲔ ﲕ، ﲛﲠ ﲥ، ﲬ ﲯ ﲹ، ، ﳄﳉ ﱌ ﱑﱘ ، ﱡﱬ ﱱ، ﱵﱸﱿ،ﲄ ﲅﲆ ﲇ ﲈ ، ، ،،،،ﲭ ﲮ ﲻﳅ، ﳐ ﳓﳔ،ﳙﳚ،    ، ﱆ ﱇ، ﱔ ﱕ ﱖ ﱗ ﱘ، ﱝ ﱞ ، ، ، ﱮ ﱯ، ، ،   ، ، ، ، ، ، ﲡ ﲥ ﲬ ﲭ، ، ﲹ ﲺ، ﲿ   ، ، ﱉ ﱊ،   ﱐ ﱑ، ، ،   ،   ﱪ ﱫ  ، ﱷ ﱸ، ، ،   ، ، ، ﲎ ﲏ، ، ، ﲢ ﲣ، ﲥ ﲦ ﲧ ﲨ ﲬ ﲭ،   ، ، ﱁ ﱂ، ، ، ﱋ ﱌ ﱎ ﱏ ﱐ ، ، ﱥ ﱦ، ، ﱯ ﱰ  ، ، ﱿ، ، ، ﲐ ﲑ، ، ، ﲛ ﲜ، ، ﲨ ﲩ، ، ﲱ ﲲ، ، ، ﲿ  ﳀ ﳁ ،   ، ﳏ ﳒ ، ، ، ، ، ،   ،   ،   ، ، ، ، ، ، ﱼ ﱽ، ، ﲅ ﲆ، ، ، ﲕ ﲖ ﲚ ﲛ ﲜ ، ، ، ، ، ﲷ ﲸ  ، ﲻ ﲼ ﲽ، ﳀ ﳁ ﳅ ﳆ ﳇ ﳈ ﳋ ﳌ ﳍ ، ﱉ ﱊ ﱋ ، ﱑ ﱒ، ﱝ ﱞ، ، ، ، ﱪ ﱫ ﱬ ﱵ ﱶ، ، - ﲟ ﲠ ﲡ،   ، ، ، ﲴ ﲵ  ، ، ﲿ ﱂ ﱃ ﱄ ، ، ، ﱏ ﱐ، ، ﱟ ﱠ ، ، ، ، ﱻ ﱼ، ﱿ ﲀ ، ﲇ ﲈ ﲉ، ، ﲐ ﲑ، ﲖ ﲗ، ، ، ، ، ﲷ ﲸ، ، ، ﳈ ﳉ، ، ﱁ ﱂ ﱃ ﱄ، ، ، ، ،ﱪﱫﱰ، ،،،ﲘﲙ
، ، ﲤﲥ، ﲯﲵ  ،ﱆ ﱇ، ، ،ﱓﱔ،ﱡ ﱢ، ، ، ﱾ ﱿ ،ﲁ ﲂ ﲔ ﲕ،ﲝﲬ ﲯ، ، ﳓ ﳜ ﱅ ﱆ ﱈﱛ، ﱞ ﱟ،ﱩ ﱪ ﱫ ﱬ، ﱿ ﲀ ،   ،       ، ، ،ﲿ،   ، ،   ،    ،   ،     ، ، ﱿ،      
،      ،   ﲴ ﲵ، ،،ﲿ،      ،، ، ﳕﳖ ،ﱍ ﱑ ﱒ،، ﱜﱝ ﱥ، ،، ﱸ ﱹ ﱺ، ، ﲄ ﲅ ﲊ، ، ﲙﲞ،، ، ، ﲿ ﳁﳇ، ﱇ ﱈ، ،، ﱗ ﱘ ﱜﱢﱨ، ، ﱽ ﱾﲀ ﲈ، ﲌ ﲍ ﲕﲖ ﲗ، ،ﲥ ﲨ ﲬ، ، ، ،ﳁ ﳂﳃ ﱂﱃ، ،، ﱔ ﱗﱝ، ، ﱬﱭﱱ، ﱶﱸ ﱹ،، ﲂ ﲃﲄ ﲐ ﲚ ، ، ﲦﲧﲩ،،، ،ﲼﲽ ﲿ، ، ، ، ، ، ﱠ ﱯ ﱵﱶﱷﱿﲀ ﲊ ﲗ ﲚﲛ،، ،،، ،ﲴ ﲵ ، ﲼ ﳃ 

، ﱖ ﱙ ﱚ، ،ﱪﱫ ﱮﱯ،ﱶﱷ
،، ﱿ ،
،ﲩﲹ ﳉﳊ ﳍ ، ﳘﳙ  ﱑ ﱒﱢ ﱣ ﱩ ،ﱭﱮ ﱵ ،، ﲏ ﲕ،ﲩ ﲪ ﲷ ﳆ  ﱋﱌ ﱒﱓ ﱞ ﱧ
، ﲃ ﲄ ﲢ ﲣ ﲴﲶ ﲼﳂ  ﱃﱈ، ﱐﱕ   ، ،   ، ،  ،  
     ، ﱷ ﱺ ﱾ،، ﲄ ﲇ ﲒ، ، ﲖ ﲤ ﲫ ﲾ ﳄ، ،، ،ﳤ ﳥ ، ، ﱑ ﱒ ﱖ ، ، ، ﱝ ﱧ ﱪ، ،ﱹ ﱺ ﱾ، ، ، ﲇ ﲑ ﲜ ﲞ ﲢ  ﲦ ﲩ ﲼ ﲾ، ﳈ ﳑ  ﱂ ﱈ  ، ، ، ﱛ ﱢ  ﱤ ﱨ  ، ، ، ﲅ ﲙ ﲣﲮ ﲱ، ﲵ ﲶ ، ، ﲿ، ﳁ ﳂ، ﳅ ﳆ، ، ، ﱁ ﱂ ﱃ، ، ، ، ﱖ ﱗ، ، ﱞ ﱟ، ﱤ ﱥ، ، ، ، ﱷ ﱸ، ﱺ ﱻ ﱼ، ﱿ ، ﲃ ﲄ  ،  ، ، ﲒ ﲓ ، ، ، ، ﲴ ﲵ، ، ﲻ ﲼ ﲽ ﲾ ﲿ، ﳆ ﳇ ﳈ ، ، ﱉ ﱊ ﱒ ﱔ ﱙ ﱛ ﱜ ﱝ ﱞ، ﱠ ﱡ،، ، ، ﱪ ﱫ،   ﱮ ﱯ، ﱵ ﱶ ﱷ ﱸ ﱺ ﱻ ﱼ، ﱾ ﱿ  ﲀ ﲁ، ،، ﲉ ﲋ ﲌ ﲍ ﲎ ﲏ، ﲔ ﲕ، ﲞ ﲠ ﲡ ﲢ ﲣ ﲤ ﲥ ﲦ ﲧ ﲨ  ﲩ ﲪ ﲫ ﲬ ﲯ ﲱ ﲲ  ، ، ﲹﲾ ، ، ، ، ﳊ ﳌ   ،             ﱁ ﱂ، ﱆ ﱋ ﱌ ﱍ، ﱐ ﱑ  ، ، ، ﱘ ﱙ ﱚ ﱝ ﱞ ﱟ ﱠ، ﱦ ﱧ، ، ، ، ، ﱾ ﲀ ﲄ ﲊ ، ، ﲙ ﲚ،   ، ، ، ﲧ ﲨ، ﲬ ﲱ ، ، ﲷ ﲼ ﳂ ﳃ ﳄ ﳅ ﳆ  ، ، ، ، ﳒ ﳓ، ﳖ ﳘ ، ﱉ ﱊ، ،، ﱙ ﱞ ﱟ ﱠ، ، ﱫ ﱬ ﱭ، ﱱ ﱲ ﱳ ﱴ،   ﱸ ﱻ ، ﱿ ﲀ، ﲂ ﲊ  ، ﲐ ﲑ، ، ، ، ، ﲢ ﲣ ﲤ  ﲦ ﲧ ﲩ ﲪ ﲫ، ﲮ ﲯ ، ﲳ ﲴ، ﲶ ﲷ ﲿ ﳀ، ﳂ ﳃ ﳆ ، ، ﱆ ﱇ، ﱉ ﱊ  ﱋ ﱌ، ﱎ ﱏ، ﱑ ﱒ، ﱖ ﱞ   ، ، ﱫ ﱬ ، ﱰ ﱱ، ﱳ ﱴ، ﱸ ﱹ، ﱼ ﱽ، ﱿ ﲀ ﲁ ﲂ، ﲇ ﲈ ﲊ ﲋ ﲌ ﲍ، ﲐ ﲑ ﲔ ، ، ، ﲛ ﲠ ، ، ﲧ ﲨ، ، ﲮ ﲯ ﲲ ﲳ، ، ، ، ، ، ، ﳈ ﳉ ، ﱄ ﱅ ﱆ، ﱉ ﱊ، ﱌ ﱑ ﱔ ﱕ ﱖ ﱗ  ﱘ ﱙ ﱚ، ﱜ ﱝ، ، ﱦ ﱧ ﱨ،   ﱮ ﱯ، ﱴ ﱵ، ﱷ ﱸ ، ﱿ ﲀ ﲂ ﲃ ﲆ ﲋ ﲌ، ﲎ ﲏ ﲐ ﲑ ﲓ ﲔ ﲕ  ، ﲚ ﲛ، ﲞ ﲟ، ، ،   ﲰ ﲱ، ، ﲸ ﲹ ﲻ ﲽ ﲾ، ﳅ ﳆ ﳇ، ،   ﳍ ﳎ ﳐ ، ،   ، ﳙ ﳚ، ﳝ ﳞ ﳟ،    ،ﱶﲅ  ،         ، ، ، ،       ، ، ﱿ،   ،  
      ، ﱱ ﱹ ﱾ ﲌ ﲕ ﲖ ﲮ ﲶ ﲹﳄ ، ﳆ ﳊ ﱃ ﱍ ﱑﱒ، ، ﱜﱞ، ﱯ ﱴ ﱶ،ﱻ ﲅ ﲐ ﲓ ﲔﲕ ﲖ ﲗﲚ ، ،، ﲿ ﱄﱇ ﱟﱢ ﱲﲁﲃ، ، ﲏ ﲜ ﲠ، ﲧ ﲳ ﲹ، ﲾ ﳇ ﳂ، ﳊﳓ  ، ﱉ ﱍ  ، ، ،   ،     ، ، ،    ، ، ،  ،  ، ، ﲂ ﲘ ﲞ ﲧ ﲯ ﲱ ﲵ، ، ﲿ، ، ، ﳈﳋ ، ، ﳞ ﳢﱄﱅ ﱊ ﱑ، ، ﱜﱱ ﱳ، ﱷﲃ ﲎ ﲒ ﲕﲦ ، ﳄ ﳆ، ، ﳏﳖ ، ، ﱙ ﱝ  ﱵ ﱷ ﲃ ﲅ ﲊ ، ، ﲗﲙ ﲛ، ، ، ﳁ ﳇ ﳤ  ، ، ، ﱖﱘﱠ ﱢ ﱤ، ، ، ، ﱴﲀ ﲈ، ﲋﲍ ، ، ﲨﲲ، ، ، ، ﱍ ﱗﱦ، ﱫﱭ ﱴ ﱸ ،ﲂﲄ ، ، ، ، ﲙ ﲚ ، ﲦﲧﲫ ، ، ﲼﲽ ﲿ،، ﳌﳍ ، ، ، ﱦ ﱯ ﱶ ﱷﱿﲀ ﲇ، ﲖﲗ ، ﲷﲸ ، ﲾ ﳃ 






Penjelasan:
            Berdasarkan analisis ragam penulisan Hamzah dan Alif yang diuraikan dalam tabel di atas, terlihat bahwa dalam surah Ali-Imra>n terdapat beberapa ragam penulisan Hamzah dan Alif, seperti:
1)      Hamzah di Awal Kata
Ø  Washal:
، ﱊ ﱌ ﱫ ﱲ ﱷ ﱻ   ،    
Pada beberapa  contoh potongan ayat di atas yang merupakan hasil analisis surah Ali-Imra>n  pada tabel sebelumnya. Terlihat bahwa terdapat penulisan Hamzah di tengah kata khususnya Hamzah washal. Dikatakan demikian, karena Hamzah tersebut terletak di awal kata dan tidak berharakat. Dimana, cara pelafalannya yaitu jika kata tersebut tidak didahului oleh kata lain, maka Hamzahnya dapat dibaca, contoh: ( ) atau dapat dibaca Alla>h. Adapun kata yang sudah didahului oleh kata yang lain, maka Hamzahnya lebur dan tidak dibaca lagi/yang berbunyi hanyalah harakat pada huruf sebelum Hamzah tersebut, contoh: ﱖ ﱲ ) (
Ø  Qath’i:
،   ، ﲺﳂ     
Pada beberapa potongan ayat tersebut yang diambil dari tabel analisis di atas, terdapat punulisan Hamzah di awal kata khususnya Hamzah qath’i. Karena dalam penulisan Hamzah tersebut terdapat tanda Hamzah qatha yaitu ( ء ).
2)      Hamzah di Tengah Kata:
،         
Pada beberapa contoh potongan ayat di atas yang merupakan hasil analisis surah Ali-Imra>n pada tabel di sebelumnya. Terdapat juga penulisan Hamzah di tengah kata, yang terbagi menjadi tiga ragam penulisan, yaitu: (1) Hamzah di atas Nabroh Ya’ : , ; (2) Hamzah di atas waw : , ; dan (3) Hamzah Munfaridah atau berdiri sendiri : ,   .
3)      Hamzah di Akhir Kata:
ﱌ ﱑ  ،  
Pada beberapa potongan ayat di atas yang diambil dari tabel analisis di atas, terdapat penulisan Hamzah di akhir kata.
4)      Alif.
 ﱙ ﱫ ، ﱮﱯ، ﱶﱷ ﱹ،    ﳉﳊ    ﲷﳆ ﲩ ﲼ   ﲎ ﲒ
Pada beberapa potongan ayat tersebut, terdapat beberapa ragam penulisan Alif, diantaranya: (1) Alif Layyinah : , ,   , ; (2) Alif Maqsurah : , ﱮﱯ , ,  , , , ; (3) Alif Yabisah :, ; Alif Mamdudah : , .




C.    KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1.       Hamzah adalah huruf hijaiyah yang tidak mempunyai bentuk sendiri dalam  tulisan ArabRagam penulisan Hamzah terdiri dari tiga bagian yaitu Hamzah di awal kata, Hamzah di tengah, dan Hamzah di akhir kata. Penulisan Hamzah di awal kata terbagi menjadi Hamzah washal dan Hamzah qath’i; penulisan Hamzah di tengah kata terbagi menjadi Hamzah di atas nabroh ya’, Hamzah di atas waw, dan Hamzah Munfaridah/berdiri sendiri.
2.       Istilah Alif ( الألف ) terangkai dari huruf Hamzah, la>m, dan fa> yang memiliki beberapa makna antara lain: jinak, rangkaian, dan susunan.  Ragam penulisan Alif terbagi menjadi empat, yaitu Alif Yabisah, Alif Layyinah, Alif Mamdudah, dan Alif Maqsurah.
3.       Berdasarkan hasil analisis yang dimuat dalam tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam surah Ali-Imra>n terdapat ragam penulisan Hamzah, baik penulisan Hamzah di awal kata seperti , tengah kata seperti , maupun di akhir kata seperti . Begitu juga dalam penulisan Alif, dalam surah Ali-Imra>n juga terdapat ragam penulisan Alif, baik Alif Yabisah seperti , Alif Layyinah seperti , Alif Mamdudah seperti , maupun Alif Maqsurah seperti .




DAFTAR PUSTAKA
Al-Hamidy, Abd Qadir Umar Usman. "Penulisan al-Quran dengan Rasm Uthmani di antara Tawqif dan Ijtihad." Maʿālim al-Qurʾān wa al-Sunnah 14.2 (2018).
Daulay, Muhammad Roihan. "Studi Pendekatan Alquran." Thariqah Ilmiah 1.01 (2014).
Efendi, Rusdi, Endina Putri Purwandari, and Muhammad Abdul Aziz. "Aplikasi Pengenalan Huruf Hijaiyah Berbasis Marker Augmented Reality Pada Platform Android." Pseudocode 2.2 (2015): 124-134.
Hasrito, Eko Syamsuddin. "Aplikasi makharijul huruf hijaiyah berbasis multimediya."
Hula, Ibnu Rawandhy N. QAWAID AL-IMLA WA AL-KHAT: Kaidah-kaidah Menulis Huruf dan Kata Arab dan Seni Kaligrafi. IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2016.
Imroatun, Imroatun. "Pembelajaran Huruf Hijaiyah bagi Anak Usia Dini." 2nd Annual Conference on Islamic Early Childhood Education 2017. 2017.
Mulyana, Media Pengenalan Huruf Hijaiyah untuk Taman Kanak-Kanak dengan Output Suara dan Tanda Baca Berbasis Mikrokontroler Atmega16, dalam Skripsi Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika, Universitas Negeri Yogyakarta, 2014.
Noor, Damhuri Dj dan Ratni Bt. H. Bahri. قاموس الألف  99 Masalah Alif dalam Bahasa Arab, Cet. 1; Gorontalo: Sultan Amai Press, 2015.
Putri, Neli. "PROBLEMATIKA MENULIS BAHASA ARAB." Al-Ta lim Journal 19.2 (2012): 173-179.
Wulandari, Wahyu Ika. Peningkatan keterampilan menulis huruf al-Quran (Surat Al-Maun, Al-Kafirun, At-Takasur) melalui practice rehearsal pairs di kelas V SD Al-Islamiyah Tanggulangin Sidoarjo. Diss. UIN Sunan Ampel Surabaya, 2018.


[1]Mulyana, Media Pengenalan Huruf Hijaiyah untuk Taman Kanak-Kanak dengan Output Suara dan Tanda Baca Berbasis Mikrokontroler Atmega16, dalam Skripsi Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika, Universitas Negeri Yogyakarta, 2014, h. 1.
[2]Wahyu Ika Wulandari, Peningkatan Keterampilan Menulis Huruf Al-Qur’an (Surat al-Maun, al-Kafirun, at-Takasur) Melalui Practice Rehearsal Pairs di Kelas V SD Al-Islamiyah Putat Tanggulangin Sidoarjo, dalam Skripsi Jurusan PGMI, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2018, h. 1.
[3]Wahyu Ika Wulandari, Peningkatan Keterampilan Menulis Huruf Al-Qur’an (Surat al-Maun, al-Kafirun, at-Takasur) Melalui Practice Rehearsal Pairs di Kelas V SD Al-Islamiyah Putat Tanggulangin Sidoarjo, dalam Skripsi Jurusan PGMI, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2018, h. 1.
[4]Damhuri Dj. Noor dan Ratni Bt. H. Bahri, قاموس الألف  ; 99 Masalah Alif dalam Bahasa Arab, (Cet. 1; Gorontalo: Sultan Amai Press, 2015), h. 1.

Komentar